Terendus  Dugaan Konspirasi Mediator  dengan ASN yang Menjadi  kaki Tangan PT. Tebo ALam Lestari terhadap aksi mogok pekerja

Tebo (SN) Terungkap Fakta dugaan adanya konspirasi antara mediator Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Iqbal dan ASN yang menjadi  Kaki Tangan PT Tebo ALam Lestari Abdul Murad yang merupakan PNS di Kantor camat Sumay, hal ini terlihat dari keterangan yang disampaikan oleh Iqbal pada saat dengar pendapat bersama pihak pekerja dan pihak disnakertran, “bahwa sampai dilokasi pukul lima kami menelepon pak Murad dan menanyakan dimana posisi tetapi dak nyambung, lama kami menunggu di tugu masuklah kami ketemulah dengan dia memang, tiba didalam sebagaimana yang disampaikan pak Kabid tadi ada anggota pengamanan beberapa orang, hanya kami dak tau apakah itu direkayasa atau tidak bekerjalah dikatakan bekerja Karena memakai topi segala macam” ujar Iqbal. Tentu hal ini menjadi tanya, kenapa Iqbal hanya menghubungi Kaki tangan perusahaan PT.TAL, parahnya yang dihubungi ada seorang PNS yang tidak boleh punya Double Job, apalagi menjadi kaki tangan perusahaan swasta.

Tentu apa yang disampaikan Iqbal dibantah oleh Serikat pekerja, Situmeang, “tadi bapak sampaikan bahwa bapak sampai disana pukul lima sore, pekerja mana yang kerja sampai pukul lima sore, apalagi pemanen, bapak ingin melihat pekerja yang mogok tapi yang bapak datangin adalah orang kaki tangan perusahaan ada kepala desa Sekalo ada wartawan, dan tidak ada menghubungi kami, tapi kami tahu kalau pihak dinas akan datang kami sudah siap dan kami tunggu, dan bapak pun menghubungi sudah pukul setengah enam sore” tegas Situmeang

Sebelumnya Kabid PHI menerangkan, bahwa dia tidak ada menghubungi satu orangpun baik itu dari pihak perusahaan maupun dari pihak pekerja atau Serikat pekerja, “saya tidak ada menghubungi siapapun, karena semua saya serahkan kepada pihak mediator Igbal, saya percayakan kepadanya karena itu wewenang Iqbal selaku mediator dari pemerintah” tegas Hendra

Terungkap juga bahwa setelah sampai dilokasi perusahaan Hendra ternyata tidak berada di lokasi utama pekerja mogok, dan telah ada kepala desa Muara Sekalo bersama dua orang wartawan, Abdul Murad dan pekerja dengan APD lengkap bahkan ada yang mengaku asisten, ketika Hendra ingin ke lokasi Avedeling 1 ada yang memberi tahu bahwa untuk kelokasi tersebut perlu menempuh waktu kurang lebih 1.5 Jam dengan jalan yang kurang bagus.

Hal ini dibantah oleh zulfahri perwakilan pekerja yang juga anggota serikat, menyatakan bahwa ” lokasi pertemuan Kabid PHI , mediator dan Kaki tangan perusahaan Murad kurang lebih 3 KM ke BaseCamp Mogok, jalannya bagus bisa dilalui mobil kecil” Ujar Zul

Zul juga menambahkan akibat dari statemen pemberitaan tersebut kini semua karyawan diberhentikan tanpa pesangon oleh PT. TAL. ( Adl )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *